Category Archives: Children of The Apocalypse

Kisah mengenai perseteruan antara para malaikat, iblis, dan dewa-dewi

Children of The Apocalypse-Versi PDF

Ok! Banyak saran dari teman-teman saya untuk membuat seluruh chapter ini dalam format PDF sebab membaca novel ini sebagai file html agak melelahkan dan banyak sekali istilah yang tidak bisa saya jelaskan secara langsung di sini. Karena itu saya menyediakan novel ini dalam format PDF, silakan klik linknya di bawah ini :

CHILDREN OF THE APOCALYPSE (PDF)

Children of The Apocalypse : Rise of The Ancient (Chapter 6)

Chapter 6

Strike Back

Wuosss! Aku tersedot ke dalam pusaran energi. Sesuatu yang sudah lama tidak aku alami. Aku terjatuh ke sebuah daerah berpasir, yang ternyata adalah daerah pantai. Tetapi karena kelelahan yang amat sangat aku pun langsung jatuh tertelengkup, tertidur.

“Yo! Ayo bangun, bocah tampan!” suara itu membangunkanku dan sosok itu menepuk-nepuk bahuku. Aku membuka mata dengan malas dan menggosok-gosoknya lalu mencoba melihat siapa orang itu dan ternyata …

“Vius Vitalis!” seruku terkejut. Read the rest of this entry

Children of The Apocalypse : Rise of The Ancient (Chapter 5)

Chapter 5

Torture

Hari sudah mulai senja, dan aku telah kehilangan tangan kananku selama pertarungan ini. Aku menatap Odin masih mengayun-ayunkan Zantetsuken miliknya. Celakanya, pandanganku mulai kabur dan aku sudah tak mampu berdiri lagi. Yang bisa kulakukan hanya duduk berlutut, seolah-olah aku memohon belas kasih Odin atas hidupku. Tapi aku tidak mau mati seperti ini! Kupaksa diriku berdiri dan menggenggam pedangku yang sudah patah ujungnya itu, dan dengan sisa tenaga aku menyerang Odin secara langsung, mengincar jantungnya.

Tapi itu adalah suatu kesalahan, sebelum aku sampai padanya kurasakan dadaku terasa hangat, sangat hangat. Dan begitu kulihat ke dadaku, kulihat baju yang kukenakan sudah basah oleh cairan pekat berwarna merah, darahku sendiri! Zantetsuken milik Odin menembus jantungku dari dada depan sampai punggung bagian belakang. Dua detik kemudian dia menarik pedangnya itu keluar dari tubuhku dan aku merasa tubuhku terasa amat ringan. Read the rest of this entry

Children of The Apocalypse : Rise of The Ancient (Chapter 3)

Chapter 3

Destiny

“Pegang tanganku!” perintah Helmut, aku mematuhinya dan ia membaca mantra kembali, ” Volám císaře času. Dovolte mi, abych projít portály času. Cestování do minulosti a budoucnosti. Nechte mě jít, a budete z toho, že něco ztratil.” Mantra kali ini membawa kami bertujuh ke sebuah padang rumput yang tenang. Angin sepoi-sepoi berhembus dengan tenangnya, membawa dedaunan maple kering menari-nari di udara dan seolah akan dibawa ke ujung langit. Aku melihat diriku, pakaianku telah berganti dengan celana jeans biru, t-shirt biru dan mantel hitam. Aku bertanya, “Di mana ini?”

“Etria, pecahan dari Taman Eden yang diserahkan pada kami,” jawab Helmut.

Belum sempat keherananku terjawab, aku melihat salah satu dari Children of the Apocalypse tersebut mendekati segerombolan domba dan bersiul memanggil domba-domba tersebut. Aku pun bertanya pada Helmut, “Siapa dia? Apakah dia penggembala domba-domba ini?” Read the rest of this entry

Children of The Apocalypse : Rise of The Ancient (Chapter 2)

Chapter 2 

 

Children of The Apocalypse 

 

Suatu ketika aku mendapat tawaran beasiswa ke luar negeri. Ke United Kingdom tepatnya. Sungguh itu adalah suatu kesempatan besar dan aku tak akan melewatkannya begitu saja. Suatu momen mengharukan ketika aku mengucapkan salam perpisahan pada ibuku saat di Bandara Soekarno Hatta. 

 

“Baik-baik jaga diri di sana ya,”pesan ibuku sambil menahan air matanya 

 

“Tentu saja, jangan khawatir, Ma,” jawabku mantap dan aku langsung melangkah menuju pesawat yang akan membawaku bersama teman-teman sesama penerima beasiswa. 

 

“Ibumu baik dan cantik sekali,” kata Rina, seorang penerima beasiswa pula. “Yah,” jawabku, “Memang benar sih, dan aku bangga pada ibuku.” 

 

Di pesawat aku duduk berdampingan dengan Helmut seorang ekspatriat dan juga warga negara UK. “Is it your first time visit UK?” tanyanya. “Yes, I never go to UK before,”jawabku. “When you come to my country, please pay me a visit. Here is my name card,” dan ia memberiku kartu namanya. Aneh, biasanya aku selalu merasa curiga acapkali aku bertemu seseorang yang baru kukenal, tapi Helmut dan aku seperti sudah kenal bertahun-tahun. Begitu turun dari pesawat aku periksa lagi seluruh bawaanku tadi (maklum takut kalau orang bule tadi menggendamku). 

 

“Ah, kenapa aku jadi curiga begitu sih?” pikirku. 

 

Maka kulangkahkan kakiku mengikuti teman-teman untuk mengambil bagasiku. Di sana kami disambut oleh Theresella, pemandu kami untuk tur singkat ke Nathan University, tempat kami akan belajar nantinya. Theresella adalah wanita berusia sekitar 25 tahunan, ia amat tinggi, setinggi kami, pria-pria dari Indonesia. Read the rest of this entry

Children of The Apocalypse : Rise of The Ancient (Chapter 1)


Ketentuan:

  1. Penulis karya ini adalah Andreas Nugroho Sihananto, setiap orang yang hendak menggunakan karya ini pada suatu jurnal, makalah, dsb. harap mencantumkan nama penulis setidak-tidaknya di daftar referensi.
  2. Jika ada pihak yang ingin menggandakan karya ini untuk tujuan pendidikan maupun komersil harap menghubungi penulis via e-mail di jendral.ying@gmail.com.
Saran dan kritik amat penulis harapkan. Untuk mengirimkan saran dan kritik harap mengirimnya ke jendral.ying@gmail.com. Read the rest of this entry
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.